Konseling dalam VCT
adalah kegiatan konseling yang menyediakan dukungan psikologis, Informasi dan
pengetahuan HIV/AIDS, mencegah penularan HIV, mempromosikan perubahan perilaku
yang bertanggungjawab, pengobatan antiretroviral (ARV) dan memastikan pemecahan
berbagai masalah terkait dengan HIV/AIDS yang bertujuan untuk perubahan
perilaku ke arah perilaku lebih sehat dan lebih aman.
Tahapan
Layanan konseling :
a. Pre-test counseling
Pre-test counseling adalah diskusi antara klien dan konselor
yang bertujuan untuk menyiapkan klien untuk testing, memberikan pengetahuan
pada klien tentang HIV/AIDS. Isi diskusi yang disampaikan adalah klarifikasi
pengetahuan klien tentang HIV/AIDS, menyampaikan prosedur tes dan pengelolaan
diri setelah menerima hasil tes, menyiapkan klien menghadapi hari depan,
membantu klien memutuskan akan tes atau tidak, mempersiapkan informed
consent dan konseling seks yang aman.
b. HIV testing
Pada umumnya, tes HIV dilakukan dengan cara mendeteksi antibodi dalam darah
seseorang. Jika HIV telah memasuki tubuh seseorang, maka di dalam darah akan
terbentuk protein khusus yang disebut antibodi. Antibodi adalah suatu
zat yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh manusia sebagai reaksi untuk
membendung serangan bibit penyakit yang masuk. Pada umumnya antibodi terbentuk
di dalam darah seseorang memerlukan waktu 6 minggu sampai 3 bulan tetapi ada
juga sampai 6 bulan bahkan lebih. Jika seseorang memiliki antibodi terhadap HIV
di dalam darahnya, hal ini berarti orang itu telah terinfeksi HIV. Tes HIV yang umumnya
digunakan adalah Enzyme Linked Imunosorbent Assay (ELISA), Rapid Test
dan Western Immunblot Test. Setiap tes HIV ini memiliki sensitivitas
dan spesifisitas yang berbeda. Sensitivitas adalah kemampuan tes untuk
mendeteksi adanya antibodi HIV dalam darah sedangkan spesifisitas adalah
kemampuan tes untuk mendeteksi antibodi protein HIV yang sangat spesifik.
- Enzyme Linked Imunosorbent Assay (ELISA)
- Rapid Test
- Western Immunoblot Test
c. Post-test counseling
Post-test counseling adalah diskusi antara konselor dengan
klien yang bertujuan menyampaikan hasil tes HIV klien, membantu klien
beradaptasi dengan hasil tes, menyampaikan hasil secara jelas, menilai
pemahaman mental emosional klien, membuat rencana dengan menyertakan orang lain
yang bermakna dalam kehidupan klien, menjawab, menyusun rencana tentang
kehidupan yang mesti dijalani dengan menurunkan perilaku berisiko dan
perawatan, dan membuat perencanaan dukungan.



It's really nice and meanful. it's really cool blog. Linking is very useful thing.you have really helped lots of people who visit blog and provide them usefull information.
ReplyDeleteAce Maxs, Vig Power Capsule, Jelly Gamat QnC, Obat Kuat
This blog has got lots of really helpful information on it! Cheers for sharing it with me!